Ketika Seorang Ibu Menyapa
Lintas Saya Suatu ketika saya sedang berada di alun-alun kota tercinta. Berjalan kesana kemari menghirup udara segar dari pepohonan yang mengelilingi alun-alun. Bosan karena hanya jalan-jalan, saya iseng baca koran yang ada di mading. Lalu keasyikan saya tiba-tiba terusik oleh seseorang. Saya lihat dia seorang ibu-ibu kumal layaknya gelandangan. Atau memang beliau gelandangan. Beliau menyapa dan berbicara seakan mencurahkan isi hatinya. Sifat pendengar yang baik saya muncul ketika itu juga. Berbaris-baris kalimat keluh kesahnya, keinginannya pulang kerumah. Semerbak bau mulutnya tercium menusuk hidung. Saya yakin beliau sudah beberapa hari tidak gosok gigi. Namun lagi-lagi sifat saya yang lain menahan saya untuk tutup hidung agar beliau tidak tersinggung. Beliau juga bertanya angkot jurusan mana yang mengarah ke rumahnya. Lalu tak lupa ia bertanya soal ongkosnya. Setelah ibu itu selesai saya jawab semua pertanyaannya. Saya tahu beliau pasti akan meminta uang pada saya. Sebelum ...