Mengenang Masa Lalu
Terdiam, hanya bisa diam. Itu lagu Ada Band. Bukan sebuah puisi yang ingin sempat ku katakan dengan indah. Yang nantinya malah jadi hampa hatiku ini. Yah, makan JetZ aja galau nggak masalah. Karena namaku Aditya bukanlah dewa. Aku hanya manusia biasa yang tak lepas dari khilaf.
Masa lalu, biarlah masa lalu. Janganlah diungkit maupun dipermasalahkan. Masa lalu harus dikubur biar jadi pupuk untuk masa depan kita. Maksudnya, masa lalu itu kita jadikan bahan pelajaran bagi kita. Supaya di kemudian hari tidak terulang lagi. Jangan sampai ada kata "TERLALU".
Mengenangmu, menyakitkan, melukai hatiku. Ku terdiam, ku tenggelam huo ho. Baiknya kau pergi tinggalkan ku sendiri. Ku tak mungkin lagi berada dalam masa lalu. Mengingat masa lalu ada baik dan buruknya. Kadang kita menganggap diri kita bodoh di masa lalu. Artinya semakin ke depan berarti kita semakin pintar. Kita juga suka menyesal. Kenapa tidak itu? Kenapa tidak begini saja? Itu juga tandanya kita semakin pintar.
Namu...