Posts

Dari Semut Naik ke Api

Oleh : Aditya Haluan pemimpin Berjumpa berjabat tangan Kecil bernyali besar Tentu dengan kebersamaan Bunga berduri kau hadapi Bau bangkai kau pilah Jerami tersendak hak hak hak Tipuan asap api menyerang Tertindaslah kau yang kecil berhati mulia Kau kau kau Hai kau semut cepat naik menyerbu akan ku bantu Jangan berdiam mendiamkan api yang membakar segalanya Srot srot srot Air mendinginkan yang memanas dan mematikan yang hidup serta mengejar yang melarikan diri Air membasuh letih mendera Api telah tiada Kau kau kau Semut

History of My Sport

Hello... The time, I will to tell you about my sport in my life. I hope you like sport. The elementary school is longest time for studied. Six year in there. First sport is football. I played football with my friends at rest time and physical lessons. I usually play as subtitute or linesman. I play as defender or midfielder at another time. I sometimes shoot the ball to the goal. But noting ball in. Although I have small, I always to make bold for biggest my friends. I always want to football player. But I'm small and it's hard sport. The junior high school. In there I yet played football. The Badminton is second my sport. One day, I bought two racket, one for me and another for my sister. That time is Fifa World Cup period 2004. So we think ourselves as country that follow the world cup. But my sister always lose. The shuttlecock everytime fall to her field. Huft. Next. Volley is third my sport. I like volley from extracurricular in the senior high school. I always followe...

Kata Hati Berkata

Ciptaan : Aditya Alangkah indahnya bila ada waktu Yang dapat menyatukan hati Akankah dia menangis di pangkuanku Tangisan hati yang terdalam Dan kata hati berkata Engkau hidup dalam hatiku Meski engkau membumi Dan tanya hati melanda Seluruh malam yang gelap Apa yang kau cari Aku, akulah yang kau cari Aku, akulah yang mencintai Saat kata hati bicara Cinta tak semudah bicara

Perpanjang KTP! [cerita lawak soboensis]

Suatu hari di kantor kcmtn Soboensis. Dadang : "Assalamu'alaikum Beng! Beng, dene pkem timen rika ya. Hahahaha." Bing : "Esesusuh, sembarangan timen ya, ngundang-ngundang jeneng wong ka kaya kue. Beng, beng-beng. Emange nyong coklat apa." Dadang : "Hehehehe... Isuk-isuk wis ana w0ng nesu.. Ntak kintung kintang kintung... La mending, daripada diundang bing, kambing." Bing : "Woo... Ea wis kene, ana apa? Cepetan sibuk keh." Dadang : "Nyong arep memperpanjang KTP. Beng, eh bing kambing, hahahaha." Bing : "Oke oke, bisa bisa. Ndi KTP-ne. Ngesuk dadi tenang wae Dang, gedang." Keesokan harinya. Dadang pun medapatkan KTP-nya. Lalu entah ada keperluan apa pada hari lusanya dia ke kantor kecamatan lagi. Bing : "Walah walah. Isuk isuk, wes rajin mbangeti yakin lueh rajin tinimbang pegawai kecamatane. Jan jan, dang, gedang. Ana apa maning dang? Memperbarui KK? Apa gak nglamar? Tapi sory mayori deke lulusan SD ...

Melayang aku

Jalan diantara tiang hijau telarut keabuan diujung. Hariku bersamanya membuat aku menunjukkan sifat asliku. Sehingga Laela seakan menjauh dariku. Begitu aku membicarakan hal tentang masa depan kita berdua Laela menatapku seakan menginginkan hubungan kita putus. "Laela kamu kenapa dari kemarin kamu seakan menjauh dariku?"tanyaku lembut. "Tidak apa-apa kok Wid. Seharusnya aku yang tanya sama kamu akhir-akhir ini kenapa kamu seperti ini?"sahutan lembut membalas pertanyaanku. "Mang kenapa aku La?" "Emm.. Aku tuh melihat kamu sekarang berubah tidak seperti dulu lagi. Ada apa si? Cerita dong!" Aku heran dengan Laela kenapa dia saat di dekatku seperti ini dan di saat jauh Laela terlalu jauh. "Ya aku.. aku sebenarnya.."tiba-tiba hp-ku berbunyi dan ternyata aku disuruh temanku ke rumahnya katanya penting. Lalu aku pamitan dengan Laela. Sebelum pergi ku tolehkan mukaku ke Laela dan dia terlihat agak kesal denganku. Tapi tak apal...

Pendeckar Javea : (Eps5) Gulungan Kuno

Sebelumnya Pendeckar Javea : (Eps4) Para Petarung Kedatangan Matius dan Yosi memunculkan seseorang dari balik jendela. Lalu dia mendekati sang gadis dan berkata, "kau ini. Lama sekali." Budi mengerutkan dahinya yang berdarah ketika orang itu berjalan menuju tempat kristal Pamang berada. "Jangan sentuh!" Sebuah teriakan menggema di dalam ruangan. Bersamaan dengan melesatnya dua bilah kearah orang itu. Namun dengan mudah dia menghindari serangan. Tiba-tiba Matius maju dan menyerangnya. Sang gadis yang dia lewati hanya terdiam dan membiarkannya. Semakin dekat dan yakin akan bisa melumpuhkan orang tersebut. Cring... Jleb... Darah pun memancar dan bertebaran di lantai. Tergeletaklah salah satu di antara keduanya. Dia mencoba berdiri dan menahan rasa sakit. Berusaha untuk bangkit. "Aarhh...!" Namun salah satu yang lain telah mendapatkan kristal istimewanya. Dia memancarkan rasa senang seorang yang ambisius terhadap sebuah kekuatan besar. Lalu dia be...

Cinta Ku di Ujung Lidi

Ciptaan : Aditya Terbang kelangit berhembus deru debu yang menggebu Tak selayaknya kesetiaan merpati Benar benar di ujung lidi yang kotor Selepas bertolak dari pelabuhan tuk keluarga Kau pahami aku dengan kecemburuan yang terdalam sedalam pasifik Benar benar cinta ku ini Ingin kembali ke pelabuhan tuk membahas masa depan Kau acuhkan sepahkan diriku Aku tau kamu cinta Tapi kenapa di taruh di ujung lidi yang kotor itu Tidak tidak tidak Ku inginkan yang dulu bukan yang sekarang Liang jurang kau kan buat aku kesana Benar benar cinta ku ini Benar benar di ujung lidi