Posts

KAPASITAS OTAK

Bicara tentang otak manusia, sebenarnya berapa si kapasitasnya? Bukan tentang volume otak secara matematika. Tapi berapa terabite? Anda pasti pusingkan? Jangan pusing! Saya sempat berpikir untuk meneliti otak saya sendiri. Lalu sebuah ide muncul. Ide itu adalah membayangkan. Eits tapi tidak membayangkan yang bukan-bukan ya. Hehe. Dengan hanya membayangkan saja, sudah banyak hal yang otak sampaikan. Mulai dari proton, netron, elektron ke atom, atom ke senyawa, bla bla sampai ke sel, lalu ke jaringan, tubuh, lingkungan, orang lain, makhluk lain, dunia, tata surya, galaksi, dan alam semesta. Nah itu hanya yang nyata. Yang tidak kasat mata, seperti Tuhan, malaikat, jin, syetan, iblis, surga-neraka. Tentang diciptakannya Adam As. sampai hal kiamat. Saya rasa komputer secanggih apapun tidak bisa menyimpan file-file sampai seperti itu. Subhanallah. Selain itu, otak kita kadang berpikir beberapa hal di saat hampir bersamaan. Seperti layaknya hp Android, yang dalam keadaan normal ada banyak apl...

THIRD EYE, NOVEL EBOOK!

Assalamu'alaikum. Lama tidak berjumpa. Bagi yang kangen sama author salim dulu sini. Hehe. Mohon budayakan antri ya. Baris yang rapi. Oke. Saya membuat posting di sini karena saya ingin berbagi Novel Ebook Online. Dan sedang tahap chapter selanjutnya. Untuk sementara masih sepuluh chapter. Nih update terbarunya www.wattpad.com/74754686-third-eye-supranatural-justice-trilogy-chapter-6 . Karena saya online pake hape, jadi chapter 11 dst belum bisa di upload. Saya berharap ada yang sudi membaca cerita ini sampai tamat hingga buku kedua keluar. Amin. Sekian dariku, terima kasih atas kunjungannya.

MODUS Tarik Amal

Sedekah adalah salah satu ibadah yang membuat kita lebih beriman. Sedekah bisa membuat kita senang. Karena harta yang kita beri kepada mereka yang membutuhkan digunakan dengan baik oleh mereka. Sedekah juga bisa meringankan penderitaan orang lain. Sedekah membuat kita menambah silaturahmi. Pernahkah melihat orang yang meminta-minta di jalan? Jaman dahulu mereka benar-benar orang yang kekurangan. Mungkin sekarang masih. Tapi apa jadinya jika hal itu MODUS? Ya, Modal Dusta. Agar mempunyai uang, seseorang berpakaian compang-camping bahkan tangan kaki diperban. Padahal tangan kaki mereka normal. Modus juga tidak berkutat di cara itu. Modus yang lain dan paling banyak mengeruk saya rasa adalah si Fulan berpakaian rapi. Si Fulan memakai pakaian muslim dan alim. Bermodal kertas dan pulpen, ia mengatas-namakan lembaga atau sebuah pondok. Padahal lembaga atau pondok tersebut tak pernah kekurangan hingga memerintahkan orang-orangnya turun meminta bantuan masyarakat. Yang lebih parah lembaga atau...

LEPAS DARI TITIK KEBOSANAN

Lama tak posting. Jadi 'noting idea'. Mungkin karena butuh rest dulu ya. Haha. Maklum manusia. Suatu pekerjaan pasti ada titik kebosanannya. Kecuali dalam urusan religius kita harusnya tidak memilik titik itu. One moon. One Day Post. Di bulan lalu hanya ada satu postingan. Selain karena jenuh, di dunia nyata lagi ada kontroversi hati. Apalagi dengan proyek menulis saya untuk bisa menerbitkan buku. Mungkin ada dua buku yang setahun ini belum kelar tulisannya. Untuk hal selain itu. Saya juga sedang mengirim cerpen ke media massa seperti koran dan tabloid. Semoga saja lolos dan diterbitkan. Ini saya lakukan karena bosan dengan novel yang enggak kelar. Saya juga membuat sinopsis-sinopsis FTV. Semoga dengan apa yang kulakukan bisa membantu dalam proyek novel yang belum kelar. Untuk itu, lakukanlah hal-hal baru yang positif untuk mengurangi rasa bosan kita. Let's Go!

Masih Ada dari Elo

Sebungkus spirtus yang saya beli di bulan Agustus. Dia membuatkan status berupa kisah tentang sebuah kaktus di padang pasir yang tandus. Tak segan spirtus mengendus kisah kaktus itu. Lalu akhirnya spirtus pun lenyap di pertengahan Agustus. Sampai si kaktus mati di padang tandus karena spirtus. Saya harap Anda tidak minum spirtus di bulan Agustus, bahkan seumur hidup Anda. Karena Anda bisa mampus kaya kaktus. Anda juga jangan kaya Radikus yang suka makan Kakus. Maaf bang Radikus saya hanya tidak mau para pengunjung mati gara-gara makan Kakus. Hehe. Damai Kus. Masih ingat lagu Masih Ada dari Ello? Yang benar saja ente lupa. Itu lagu hits lho. Tapi di sini enggak akan ane bahas lagu itu. Ini soal sederetan gerbong atau wagon of love. Ya, lagi-lagi orang-pemuda yang tua- seperti ane, membahas soal C.I.N.T.A. Yang namanya Cinta walau itu sudah berpuluh tahun tidak ada hubungan dengan yang dicinta, puingnya masih ada. Puing-puing itu masih ada, itu benar. Walau ente sudah menguburnya dalam-d...

Kembangkan Bakat Bermusik Anak Sejak Dini

Ketika anak menjadi urusan yang penting setelah sang istri hamil. Beribu, bahkan berjuta buah pikiran datang dan masuk dalam otak sang suami. Dia pasti memikirkan segala cara agar usaha atau penghasilannya meningkat. Itu yang saya pikirkan saat ini. Ya walaupun belum nikah. Apakah anda seorang ayah? Atau ibu? Hm... Akhir-akhir ini saya sebagai laki-laki, calon suami, calon ayah, membayangkan jika saya di posisi bapak saya. Dulu beliau pernah kerja serabutan, selalu berpindah pekerjaan. Bagaimana bisa menghidupi ibu, saya, dan adik saya. Mungkin saya sama pusingnya seperti bapak saya. Waduh pu to the yeng, puyeng uey. Makanya saya masih pikir-pikir untuk hal pacaran. Kerjaan saya saja belum mapan. Entar kalau pacar ngebet nikah, belum modal, malu dah sama orang tua dan mertua. Berbicara soal anak kemarin saya sudah membahas Bagaimana Cara Mengetahui Bakat Anak. Sekarang saya akan memberikan kelanjutannya. Yaitu Kembangkan Bakat Bermusik Anak Sejak Dini. Catatan : ini misal saja. Untuk...

Fitri dan Ramadhan ~ Baju Baru

Suatu hari di sebuah warung makan. Fitri, Ramadhan dan dua temannya sedang menunggu kumandang adzan maghrib. Mereka juga sedang menunggu makanan yang mereka pesan. "Fitri, kamu pesan minuman apa tadi?" tanya Ramadhan. "Aku tadi pesan Pop Ice. Kamu dan Laila kan suka rasa cokelat. Sedangkan aku dan Akbar suka stroberi. Ya udah, pesan rasa yang kalian suka," jawab Fitri. Kemudian ia menoleh ke arah pelayan yang sedang berjalan ke dapur. Ia pun memanggilnya. "Mas, minuman kami belum dibikin, kan? Esnya jangan banyak-banyak. Oke?" "Oke deh, mbak Sist. SIAP!" Pelayan pun melanjutkan pekerjaannya. Ia pergi ke dapur. Di samping Ramadhan, duduklah Akbar. Ia sedang terdiam menatap meja ceper di depannya. Kenapa ceper? Mereka ada di warung makan lesehan. Sepertinya Akbar sedang memikirkan sesuatu. "Akbar, kamu kenapa?" Ramadhan kemudian bertanya sambil memegang pundak temannya itu. Akbar menghela napas, "Gini, Ram. Aku tuh,...